Kamis, 21 Juli 2011

Membaca Prilaku Pasar (Forex Market Handicapper)

“Apakah mungkin kita dpt membaca prilaku spekulan pasar mata-uang?” & “Bagaimana atau pedoman apa yg dipakai oleh para trader tersebut mengetahui prilaku pasar ?”
Instrumen Untuk Membaca Perilaku Pasar Dari Pergerakan Harga

Teori difergensi dan konfergensi
Difergence adalah suatu keadaan dimana pergerakan harga pasar yg ditunjukkan oleh grafik pergerakan harga, tdk sama dgn yg ditunjukkan dgn indikator matematis. Sdangkan konfergensi adalah kebalikan dari teori difergensi, yaitu: jika pergerakan hrg sama dgn hasil dr perhitungan matematis. teknik konfergensi ini utk mengetahui kapan pasar akan bergerak naik. Dan difergensi utk mengetahui kapan pasar akan bergerak turun. (Osillator/Indicator yg tersedia adalah MACD = Moving Average Difergence-Confergence, ditemukan oleh Gerald Appel.)

Teknik membaca candle-stick
Teknik ini diciptakan oleh seorang pengusaha beras Jepang tahun 1700-an Munehisa Homma. Mulanya hanya digunakan utk memprediksi harga beras pd masanya dan masa yg akan datang dgn menggunakan harga-harga yg sudah lalu. Istilah dalam candlestick yg terkenal: Doji Star, Drop down, Three Black Crow, Triangle, dll.

Teknik swing
Byk skali para praktisi yg tlah menciptakan sendiri teknik ini dgn cara melihat perilaku pasar dr pergerakan harganya. Ambilah contoh ketika indikator matematis atau sebuah canddle-stick telah menunjukkan signal pergerakan naik/turun, biasanya para trader membuat suatu analisa sndiri brdasarkan prilaku dr prgerakan harga itu, mereka cenderung utk mengambil posisi di atas/dibawah harga yg ditunjukkan oleh signal indikator tadi, dgn alasan kemungkinan harga akan brgerak anomali. Sering para trader menempatkan posisi harga jual/belinya dgn cara ini, katakanlah indikator jual/beli menunjukan di harga N, maka utk mengantisipasi prgerakan harga yg anomali para trader mensiasati dgn meletakkan posisi harga jual/belinya dgn cara: N+1 (untuk jual atau sedikit lebih tinggi) dan N-1 (utk harga beli/sedikit lebih rendah.)

Kenapa masih bnyk the losser daripada the winner-nya?
Dari hasil penelitian didapatkan fakta: “Dari 100% trader hanya 1% adalah the winner, sisanya 99% adalah the losser !!” Kenapa bisa terjadi demikian? Padahal mereka sudah ahli dalam membaca arah dan pergerakan pasar dengan benar! Dan bahkan seorang trader sekelas George Soros mengakui bahwa lebih menggunakan intuisi dalam bermain di pasar mata-uang-dunia ini, ketimbang menggunakan kemampuan analisisnya.

Saya mendapati variabel baru yang sangat membuat saya tercengang. Variabel ini sangat mempengaruhi prilaku para trader tersebut untuk bertransaksi di pasar uang dunia. Sebut saja “pola psikologi para trader (trader-psychology.)” Saya tidak mengira bahwa variabel inilah yang menjadi pemicu yang sangat mematikan bagi para trader saat ini. Saya pernah melihat dan mendengar keluh-kesah dari para trader dan seorang teman yang juga pelaku pasar mata uang tersebut, selalu mengalami kekalahan. Artinya ketika ia menang satu kali,yg kedua, ketiga&slanjutnya adalah kerugian/kekalahan.

Ada satu pendapat dari para senior bahwa jadilah seorang investor pintar ketimbang anda menjadi seorang spekulator. Seorang Investor pintar adalah: “Seorang yang dapat meminimalisir kerugian yg tak dapat di perbaiki; Meningkatkan peluang yg berpotensi meraih keuntungan yg berkelanjutan; Dan,memperbaiki tingkah laku yg merusak diri mereka sehingga mengurangi peluang untuk meraih keuntungan yg berkelanjutan.”

Apakah anda seorang jenis investor atau spekulator?
“Apakah anda sudah siap kehilangan keseluruhan dari modal yang anda investasikan di pasar ini?” Dan hampir 99% jawaban mereka “Yah kalau bisa jangan kalah lah Pak..” ; “Hehehe.. yah semua masa ada sih yang mau rugi !! Jadi artinya 99% dari para pelaku pasar yang hendak meraih keuntungan di pasar uang ini adalah jenis pemilik modal yang ingin bermain di area yang aman. Celakanya dipasar mata-uang tidak ada area itu !!

Harga bergerak dlm hitungan detik naik-turun tdk braturan dan dpt membuat jantung berdebar2, badan panas-dingin, dan mata terus melotot melihat grafik hrg yg makin lama brgerak makin aneh. Inilah yg dsebut psychology-war yg tengah brkecamuk didlm benak para pelaku pasar baik itu para trader maupun pemilik modal. Dan tdk sdikit dr mereka yg salah mengambil keputusan utk mnahan/membuang posisi transaksi mereka dgn keadaan yg mrugi alias loss.
Bgmana cara mngatasi Psychology-war di benak kita ?

Mengacu pd cara brpikir seorang investor pintar diatas, yaitu meminimalisir kerugian. Crnya dgn membagi modal investasi kita menjadi bagian2 yg porsinya akan kita tentukan sesuai dgn tingkat resikonya.Tingkat resiko tertinggi akan mendapatkan porsi paling kecil utk investasi. Katakanlah: kalau kita punya modal 100% maka cukup 4% yang anda investasikan dipasar mata uang (High Risk). 60% utk modal yg pasti menguntungkan (Low Risk). Sisanya adalah untuk cadangan (Reserved) bilamana anda ingin melakukan investasi dibidang lain, seperti perbankan&lainnya. Dgn asumsi modal trsebut adalah modal yg bebas yg tdk dgunakan utk kpentingan bulanan.

Semua ini saya dasarkan pada riset yang saya lakukan. Saya melakukan dengan menggunakan demo-account dan saya praktekkan segala teknik yang telah saya pelajari. Hasilnya cukup mengejutkan saya dari modal 5000 US$ berubah menjadi 15000 US$ dalam waktu 4 bulan.Tapi hal itu lain jika saya terapkan dengan real-account. Dari riset kecil2n tersebut saya ambil satu variabel baru, yg saya sebut: “trader-psychology.” Variabel inilah sebenarnya yg menentukan apakah seorang trader atau penanam modal tersebut dapat mengalami kerugian atau mengambil keuntungan dipasar mata-uang.

Knp dlm demo-account, anda dpt brpeluang bsr meraih keuntungan ?
Tentu saja pertanyaan semacam ini selalu berkecamuk dibenak para trader. Dulunya saya juga sangat penasaran utk menemukan jawaban tersebut. Dan saya baru bs mnyimpulkan ktika saya mencoba langsung dgn demo-account. Dlm demo-account kita tdk trbebani dgn beban psikologi (nothing to loose). Kita dpt enak saja memposisikan transaksi jual/beli kita (tentunya sesudah mempertimbangan analisa teknikal dan fundamentalnya) tanpa memikirkan bgmana jk posisi transaksi kita td mengalami floating-price (istilah dlm pasar harga,jk harga trsebut mengalami fluktuasi, krn satu dan lain sebab.) Seringkali mereka salah mengambil keputusan karena posisi jual/beli mengalami fluktuasi yang tidak bisa ditolerir lagi untuk dipertahankan (hold position.)
Yang menjadi pertanyaan baru sekarang adalah: “Bagaimana kita dapat membangun psikologi perdagangan di real-account, seperti layaknya kita lakukan di dalam demo-account ?”

Kalau anda lihat formula pembagian modal investasi di atas hanya 4% dari keseluruhan modal untuk di-investasikan ke dalam high-risk investment (pasar uang/pasar modal) dan 60% untuk investasi low-risk investment. Hal tersebut dengan tujuan untuk mengurangi resiko kerugian yang besar. Jika anda merugi di sektor investasi yang satu tentunya di sektor lain akan menutup kerugian tersebut dengan porsi yg lebih besar. Tentunya ini akan berpengaruh pd psikologi anda sbg pemenang (the winner) bukannya pecundang (the loser.)

Taruhlah sekarang kita investasikan modal kita 100% (atau dalam porsi yg lebih besar) kedalam high risk investment, ketika terjadi kerugian maka tingkat kerugian kita akan terasa lebih besar tanpa ada bentuk investasi lain yang dapat menutup kerugian tersebut. Hal ini akan terus membagun dalam benak kita menjadi seorang pecundang (the loser) dan akan memicu tingkat emosional yang akan membawa kita ke jurang kerugian yang semakin dalam. Seperti yang kita lihat membangun dan menjaga psikologi “sebagai pemenang” sangat dibutuhkan dalam berinvestasi di pasar uang (high risk investment sector) jika kita ingin tetap bertahan lebih lama dan meraih keuntungan yg maksimal.

Kesimpulan
1. Membaca pikiran pasar sama halnya membaca pikiran pelaku pasar (trader.) Dan dari hasil survei dan pendapat para trader, bahwa: “pergerakan harga di pasar uang tersebut terbentuk dari kekeliruan dari para trader dalam menterjemahkan arah pergerakan harga” ;
2. Kenali jenis psikologi yang anda miliki sebelum masuk ke pasar berjangka atau pasar mata-uang. Jika anda seorang investor yang senang bermain di safety-area lebih baik pertimbangkan saran saya di atas, atau jangan masuk sama sekali !! Sebagian besar kerugian yang terjadi pada investor/trader bukan karena mereka tidak mampu membaca pergerakan pasar, tetapi karena tidak mampu menahan beban psikologi di benak mereka, dan hal ini akan menimbulkan emosional yang mendorong mereka ke dalam jurang kerugian yang lebih dalam ;
3. Jika kita brpendapat bhw smua high-risk investment adalah brbahaya dan hrs dihindari, maka mungkin manusia idk akan pernah menembus langit dan mendaratkan pesawat di bulan. Karena terbang menembus langit sangat beresiko manusia terjatuh dari atas langit. Sebuah permasalahan tidak untuk dihindari, tetapi untuk dicarikan jalan keluarnya secara arif dan bijaksana.
4. Perdagangan di pasar dalam bentuk apapun adalah sebuah seni menganalisa, seni bertransaksi (tawar-menawar,) dan seni mengambil sebuah keputusan yang tepat. Tidak terkecuali di pasar mata-uang. Dengan adanya pasar uang, suatu negara dengan negara yang lain dapat lebih adil (fair-play) jika ingin melakukan perdagangan bilateral. Karena harga ditentukan oleh suatu mekanisme pasar bukan oleh salah-satu negara ;
5. Tidak ada satu pasar pun di dunia ini yang bebas dari aksi spekulasi atau bahkan spekulasi gila2an (gambling.) Semua kembali kepada niat dari sipelaku pasar itu sendiri. Apakah akan menjadi seorang spekulator, seorang penjudi, atau seorang investor yang cerdas. Seorang investor yang cerdas akan selalu antusias utk belajar, bersabar, dan berdisiplin, serta mampu utk mengekang emosi diri sendiri dan berpikir utk kebaikan diri sendiri.

(sumber ALOYSIUS ANDY BACHTIAR) http://edukasi.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar